Weblog FKGIndonesia

Forum Komunikasi Guru Indonesia


Leave a comment

SMK Invest

Dalam rangka memberikan layanan kepada SMK SBI Invest yang memerlukan kami berikan “page” tersendiri sebagai wahana untuk berkomunimasi antara PPPPTK BOE Malang dan Sekolah. Semoga wahana ini dapat membantu semua pihak.

Silahkan klik halaman SMK Invest untuk detail informasi.


Leave a comment

Lesson Learn LKS XVI Makassar

Ada tiga pelajaran yang dapat dipetik dari pelaksanaan LKS XVI Makassar:

  1. Kebanyakan siswa kita tidak memiliki cara kerja yang memenuhi standard kerja nasional / internasional. Masih banyak dari mereka yang tidak menempatkan gambar kerja pada posisinya, gambar kerja ditumpuk dengan alat / bahan yang sedang dikerjakan. Semrawut deh.
  2. Kebanyakan dari siswa kita tidak memiliki kemampuan organisasi pekerjaan dengan baik. Terlihat mereka hanya mengerjakan yang mereka bisa dulu bukan karena dari prosedur mereka harus mendahulukan pekerjaan itu.
  3. Kebanyakan siswa kita belum memiliki value of art yang cukup. Mereka mengerjakan asal jadi, belum memikirkan value of art yang cukup, sehingga walaupun dapat menyelesaikan pekerjaan duluan tapi tidak dapat juara.

Demikian oleh-oleh dari Makassar.


Leave a comment

Manajemen SDM (Leadership Contain)

“Bisa dibayangkan ketika semua yang ada pada dimensi yang sama, katakanlah semua orang memiliki kekuatan positif, maka yang ada hanyalah benturan-benturan, dengan adanya sebuah format kebalikan maka akan terjadi situasi yang harmoni. Butuh kesediaan untuk berada pada posisi yang di bawah, karena bagaimanapun posisi di bawah adalah posisi belajar untuk kelak menjadi besar.”

Sebuah jendela paradigma dalam otak pintar kita bahwa:
1. tak ada pemimpin langsung instan (lewati proses dulu ya, antri..kalo mau jadi pemimpin, jadilah pengikut sukses dulu) Setiap pemimpin juga seorang pengikut
2. tak ada pemimpin hebat tapi gak ada pengikutnya (tak ada pengikut berarti tak ada pemimpin)
3. tak ada pemimpin sukses kerja sendirian (tak ada sukses tanpa kerja tim yang dipimpin seorang (leader..job desc of a leader)
4. Pemimpin belajar dari manusia yang dia pimpin, demikian juga manusia yang dipimpinnya belajar darinya”

Build Leadership from Followership
“Siapa di sini yang ingin jadi *leader*?” tanya PresDir sebuah kantor terkenal pada para karyawan program *management trainee*. Sontak, 7 dari 8 orang pun mengangkat tangannya.
“Dan siapa yang ingin jadi *follower*?” tanyanya kembali. Tidak satu pun mengangkat tangannya.
Sembari tersenyum dan tertawa ringan, ia pun melanjutkan, “Jadi ada 7 orang yang ingin jadi *leader*, dan 1 orang yang akan jadi *follower*-nya?” Seisi kelas pun tertawa. “Omong-omong, mungkinkah kita dipercaya menjadi seorang *leader* jika kita tidak becus ketika menjadi *follower*?”
Ups, sebuah pertanyaan yang menusuk. Tidak saja bagi mereka yang merupakan kandidat *future leader* di perusahaan, saya pun ikut tersenyum kecut karenanya. Begitu banyak orang mencari cara untuk mengembangkan kepemimpinan, namun sedikit sekali yang menyadari bahwa kepemimpinan yang baik selalu berawal dari kepengikutan yang baik pula. Belum pernah ditemukan seorang pemimpin yang terpilih, datang dari dunia antah berantah dan tidak memiliki *track record* yang jelas. Sekalipun banyak pemimpin yang memimpin bidang yang berlainan sama sekali dengan bidang sebelumnya, mereka selalu berangkat dari sebuah titik ketika mereka ‘hanya’ menjalankan secara maksimal tugas yang diberikan kepada mereka. “Kita sering belajar bagaimana caranya berbicara dengan baik. Ada begitu banyak pelatihan di luar sana. Tapi amat jarang yang mengajarkan bagaimana cara mendengar yang baik?”

Ya, bukankah seorang penyanyi yang baik adalah mereka yang selalu memonitor suara yang mereka keluarkan? Dengan menjadi pendengar yang baik, mereka mampu mengendalikan kualitas suara sehingga selalu pas dan menggiring pendengarnya masuk ke dalam suasana lagu yang dinyanyikan.
Loh, apa hubungannya dengan kepemimpinan?
Sangat erat. Seseorang menjadi pemimpin karena ia memiliki pemahaman yang lebih baik dari pengikutnya. Meskipun ia belum tentu secara mendetil bisa mengerjakan apa yang dikerjakan oleh orang lain, ia pasti memiliki cara untuk tetap menyelesaikan tugas tersebut. Dan bagaimana mereka bisa melakukan ini?

Level *meaning*.
Ketika kita sudah amat sangat menguasai apa yang biasa kita kerjakan, maka kita tentu dapat melakukan segala sesuatunya dengan lebih cepat atau lebih banyak atau kualitas yang lebih baik, bukan? Pertama kali kita hanya *tahu* tentang sesuatu, maka ia masih merupakan sebuah pengetahuan yang belum tentu memiliki wujud dan manfaat. Seiring dengan *praktik* yang kita lakukan, pengetahuan pun menjadi sebuah program yang ter-instal dalam diri kita, sehingga kita tidak perlu lagi berpikir panjang untuk melakukannya dengan sempurna. Namun, keterampilan belum lah menunjukkan tingkat layak tidaknya seseorang menjadi pemimpin. Hanya ketika kita menemukan *makna *dari apa yang sudah biasa kita kerjakan, sehingga kita bisa mengerjakan dengan lebih baik melalui penguasaan titik-titik penting dan kritis yang didapat dalam setiap praktiknya.
Di titik inilah, seseorang ‘naik kelas’. Ibarat masakan, ia sudah matang sesuai takarannya dan layak untuk disantap. Tidak saja karena ia lezat, tapi juga bermanfaat. Dan, di titik ini pulalah, seorang pengikut akan dilihat dan dipercaya untuk menjadi pemimpin.
Demikianlah, mengembangkan kepemimpinan sejatinya adalah mengembangkan kepengikutan. Fokuskan semua orang untuk mengerjakan setiap pekerjaan melebihi apa yang ia pikir ia bisa capai, dan Anda akan tahu mana di antara mereka yang merupakan kandidat pemimpin masa depan.


Leave a comment

Mari Maju Bersama

Bapak Ibu Guru yang profesional, bersama ini kami sampaikan ajakan untuk berbuat baik bersama. Marilah kita membantu sesama Guru untuk mengembangkan pendidikan di negara kita tercinta. Masih banyak diantara Guru teman kita yang belum memiliki bahan ajar. Padahal untuk mencerdaskan generasi muda kita, bahan ajar merupakan sarana yang paling penting. Oleh karena itu marilah MAJU BERSAMA dengan mengirim bahan ajar yang kita punya.

PPPPTK/VEDC Malang membantu memfasilitasi para Guru  dengan membangun Bank Bahan Ajar yang diharapkan dapat dipergunakan oleh siapapun yang memerlukan. Disamping kami akan mengumpulkan materi yang ada di dunia maya (internet) kami juga mengharapkan bantuan materi  dari para Guru agar Bahan Ajar yang terkumpul menjadi lebih banyak dan lebih bermanfaat.

Cara – 1.

Mengirim file kepada admin dengan alamat: FKGIndonesia@yahoo.com

Selanjutnya admin akan meng-upload file anda pada weblog FKGIndonesia pada halaman Bahan Ajar kelompok kiriman Guru.

Cara – 2.

Membuat weblog pribadi, kemudian kirim alamat ke weblog FKGIndonesia dengan alamat https://fkgindonesia.wordpress.com dan masuk pada halaman Weblog Guru Indonesia. Pada bagian akhir halaman dibawah judul “Leave a Comment  tuliskan: nama, email, alamat weblog dan judul bahan ajar yang ada dalam weblog, kemudian submit comment. Selanjutnya admin akan membuat link alamat weblog yang dikirim ke weblog FKGIndonesia pada halaman Bahan Ajar kelompok Link Guru.